Mega Farm 30 Ribu Sapi di Jateng Disiapkan, Indonesia Kejar Swasembada Susu

Proyek mega farm sapi perah di Jawa Tengah disiapkan untuk meningkatkan produksi susu nasional hingga puluhan ribu ekor.

Akun INstagram @susasi25

Pemerintah bersama sektor swasta tengah menyiapkan pembangunan peternakan sapi perah berskala besar atau mega farm di Jawa Tengah sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.

Proyek yang berlokasi di Kabupaten Brebes ini dirancang memiliki kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi, menjadikannya salah satu peternakan sapi perah terbesar di Indonesia.

Menurut keterangan Kementerian Pertanian, pembangunan mega farm ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi susu, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor yang selama ini masih sangat tinggi.

Saat ini, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru menyentuh angka sekitar 1 juta ton, sehingga sebagian besar masih dipenuhi dari impor.

Bahkan, kontribusinya diperkirakan bisa mencapai 18 persen dari total produksi nasional, menjadikannya proyek strategis dalam upaya swasembada pangan berbasis protein hewani.

Selain meningkatkan produksi, mega farm ini juga dirancang sebagai sistem peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di dalamnya akan terdapat fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga pengembangan lahan pendukung untuk memastikan keberlanjutan produksi.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor peternakan melalui pendekatan integrasi dengan sektor lain, seperti perkebunan.

Program integrasi sapi dengan kelapa sawit, misalnya, dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya pakan serta memperkuat daya saing peternak lokal, langkah ini sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Pemerintah bahkan telah mengeluarkan kebijakan strategis untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

Namun demikian, di tengah ekspansi sektor peternakan, muncul pula perhatian dari kelompok masyarakat sipil terkait dampak lingkungan.

Sejumlah organisasi menilai bahwa pengembangan peternakan skala besar perlu tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk emisi dan penggunaan lahan.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah optimistis sektor peternakan nasional akan terus berkembang melalui inovasi teknologi, peningkatan kualitas bibit, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan Indonesia dalam jangka panjang.

Dengan berbagai langkah tersebut, pembangunan mega farm di Jawa Tengah menjadi simbol transformasi sektor peternakan Indonesia menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. (EN)***