Sering Dikira Superfood, Ini Fakta Seledri yang Jarang Diketahui!

Jus seledri sempat dianggap minuman ajaib yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, bagaimana fakta ilmiahnya?

Akun Instagram @idntimes

Dalam beberapa tahun terakhir, seledri mendadak naik kelas dari sekadar pelengkap sop menjadi salah satu bahan makanan yang sering disebut sebagai superfood.

Popularitasnya semakin meningkat setelah tren jus seledri menyebar di media sosial dan mulai banyak klaim bermunculan, mulai dari membantu menurunkan berat badan, membersihkan racun dalam tubuh, hingga dianggap mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Namun, apakah semua klaim tersebut benar? Faktanya, seledri memang menyehatkan, tetapi tidak sepenuhnya seperti yang sering digambarkan di internet.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa istilah superfood sebenarnya bukan kategori resmi dalam dunia kesehatan atau gizi.

Tidak ada lembaga kesehatan yang secara resmi menetapkan suatu makanan sebagai superfood dan sebutan tersebut lebih sering digunakan untuk menggambarkan makanan yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi dibanding makanan lainnya.

Karena kaya vitamin, mineral, dan antioksidan, seledri sering masuk dalam daftar tersebut, meski secara ilmiah tidak memiliki status khusus.

Seledri memang memiliki sejumlah keunggulan dan sayuran ini rendah kalori, tinggi kandungan air, serta mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalium, folat, dan berbagai senyawa antioksidan.

Kandungan tersebut membantu mendukung kesehatan tubuh, mulai dari menjaga fungsi jantung, membantu pencernaan, hingga melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas selain itu, kandungan airnya yang tinggi juga membantu menjaga hidrasi tubuh sehari-hari.

Namun, di sinilah banyak kesalahpahaman terjadi dan sebagian orang percaya bahwa jus seledri dapat mengeluarkan racun dari tubuh atau menjadi solusi utama untuk berbagai masalah kesehatan.

Padahal, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa jus seledri memiliki kemampuan detox khusus.

Tubuh manusia sudah memiliki sistem alami untuk membuang zat sisa melalui hati, ginjal, paru-paru, dan sistem pencernaan dan karena itu, seledri tidak bisa dianggap sebagai obat ajaib yang menggantikan pola hidup sehat.

Klaim lain yang sering beredar adalah minum jus seledri saat perut kosong memberikan manfaat luar biasa dan faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi seledri dalam kondisi perut kosong lebih baik dibandingkan waktu lainnya.

Pada akhirnya, fakta asli seledri cukup sederhana. Sayuran ini memang bergizi, rendah kalori, dan layak menjadi bagian dari menu sehat sehari-hari.

Namun, manfaatnya akan jauh lebih optimal jika dikonsumsi bersama berbagai jenis sayur, buah, protein, dan sumber gizi lainnya.

Jadi, daripada menganggap seledri sebagai makanan ajaib, lebih baik melihatnya sebagai salah satu komponen dari pola makan seimbang yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. (EN)***