Kenapa Bubuk Matcha Harus Disaring? Ternyata Bukan Sekadar Gaya Ala Kafe

Banyak orang langsung menyeduh matcha tanpa disaring. Padahal, langkah kecil ini bisa menentukan rasa, tekstur, hingga tampilan minuman.

Akun Instagram @idntimes

Belakangan ini, minuman matcha semakin populer dan mudah ditemukan, mulai dari kafe hingga dibuat sendiri di rumah.

Namun, ada satu langkah yang sering dianggap sepele saat membuat matcha, yaitu menyaring bubuknya sebelum diseduh.

Banyak orang langsung menuangkan bubuk ke air panas atau susu, lalu mengaduknya begitu saja padahal, proses sederhana ini ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil akhir minuman, baik dari sisi rasa, tekstur, maupun tampilan.

Salah satu alasan utama kenapa bubuk matcha harus disaring adalah untuk mencegah gumpalan yang ada pada matcha tersebut.

Meski teksturnya terlihat sangat halus, matcha sebenarnya mudah menggumpal karena partikelnya sangat kecil dan cenderung saling menempel, apalagi bila terkena udara lembap.

Matcha berasal dari daun teh hijau yang digiling sangat halus, sehingga partikel kecilnya hanya tersuspensi di dalam air, bukan benar-benar larut.

Selain itu, matcha bukan bubuk instan seperti susu atau kopi yang bisa larut sempurna dan akibatnya, jika tidak disaring, bubuk sering menggumpal dan meninggalkan tekstur bergerindil saat diminum.

Tidak hanya soal tekstur, penyaringan juga membantu rasa matcha menjadi lebih merata ketika bubuk menggumpal, sebagian seduhan bisa terasa terlalu pahit, sementara bagian lain terasa lebih ringan atau hambar.

Dengan menyaring, bubuk tersebar lebih merata sehingga saat di-whisk atau diaduk, rasa umami, pahit lembut, dan sedikit manis alami dari matcha lebih seimbang di setiap tegukan.

Matcha yang disaring biasanya menghasilkan warna hijau lebih rata dengan permukaan lebih lembut dan berbusa halus, terutama pada matcha latte atau usucha (seduhan matcha tipis khas Jepang).

Sebaliknya, matcha tanpa disaring lebih mudah meninggalkan titik-titik bubuk atau endapan kasar di permukaan dan dasar gelas.

Menariknya, menyaring matcha bukan sekadar tren ala kedai kopi modern tetapi dalam tradisi penyajian teh Jepang, langkah ini memang dilakukan sebelum proses whisking sebagai bagian untuk menjaga kualitas seduhan.

Bahkan beberapa praktisi teh menyarankan matcha disaring tepat sebelum digunakan, bukan jauh-jauh hari, karena bubuknya mudah kembali menggumpal akibat paparan udara dan kelembapan.

Jadi, kalau selama ini matcha buatan rumah terasa bergerindil, terlalu pahit di satu bagian, atau cepat mengendap, bisa jadi masalahnya bukan pada kualitas bubuk, melainkan proses penyajiannya.

Menyaring matcha memang hanya butuh beberapa detik, tetapi hasil akhirnya bisa terasa cukup berbeda di cangkir. (EN)***