Terungkap! Inilah Harga Asli LPG 3 Kg dan Pertalite yang Disubsidi Besar oleh Pemerintah

Pemerintah ungkap harga asli LPG 3 kg dan Pertalite, ternyata selisihnya disubsidi besar agar tetap terjangkau masyarakat.

instagram.com/menkeuri

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya mengungkap fakta menarik tentang harga asli LPG 3 kg dan BBM subsidi Pertalite yang selama ini digunakan masyarakat. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Purbaya menjelaskan bahwa harga tersebut jauh dari nilai keekonomian aslinya karena adanya subsidi besar dari APBN.

Menurut Purbaya, harga keekonomian LPG 3 kg sebenarnya mencapai Rp 42.750 per tabung. Namun, masyarakat hanya perlu membayar sekitar Rp 12.750 di tingkat agen resmi. Ini berarti pemerintah menanggung selisih sekitar Rp 30.000 per tabung untuk menjaga agar harga tetap terjangkau. Kebijakan ini merupakan bagian dari subsidi energi nasional yang mencakup LPG, BBM, dan beberapa komoditas penting lainnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan, harga LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina masih berada di angka Rp 19.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp 22.000 karena sudah termasuk biaya pengantaran. Meski terjadi variasi harga, pemerintah memastikan stok LPG tetap aman untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain LPG, BBM jenis Pertalite (RON 90) juga mendapat subsidi besar. Harga resmi Pertalite saat ini adalah Rp 10.000 per liter, padahal harga keekonomian aslinya mencapai Rp 11.700 per liter. Artinya, pemerintah kembali menanggung selisih sekitar Rp 1.700 per liter agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga minyak dunia.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan subsidi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta daya beli masyarakat. “Selama ini pemerintah menanggung selisih harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat melalui pemberian subsidi energi,” ujarnya.

Di sisi lain, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami penyesuaian mengikuti harga minyak global. Pada Oktober 2025, harga Pertamax tetap Rp 12.200 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.100, Dexlite naik menjadi Rp 13.700, dan Pertamina Dex mencapai Rp 14.000 per liter.

Dengan adanya subsidi energi ini, masyarakat tetap dapat menikmati harga LPG dan BBM yang lebih stabil, meski biaya keekonomiannya jauh lebih tinggi. Namun, pemerintah juga terus mendorong penggunaan energi alternatif agar beban subsidi negara dapat dikendalikan di masa depan.(ALF)***