Terungkap! Inilah 5 Kota di Indonesia yang Paling Panas Tahun Ini, Suhunya Bikin Tak Percaya!

BMKG merilis daftar kota paling panas di Indonesia tahun ini. Suhunya bikin warga kewalahan hadapi cuaca ekstrem.

Unsplash/Alex Braga

5 Kota di Indonesia yang Paling Panas Tahun Ini

Cuaca panas ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara di beberapa kota telah mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius, membuat masyarakat sulit beraktivitas di siang hari.

Fenomena panas ini dipengaruhi oleh gerak semu Matahari dan pengaruh monsun Australia yang membawa udara kering dari selatan. Minimnya tutupan awan membuat sinar Matahari langsung menyentuh permukaan bumi, menyebabkan suhu terasa menyengat. Berikut lima kota di Indonesia yang tercatat paling panas tahun ini.

1. Karanganyar, Jawa Tengah (38,2°C)
Wilayah Karanganyar menjadi kota terpanas di Indonesia tahun ini dengan suhu mencapai 38,2°C. BMKG menjelaskan bahwa kondisi geografis dan minimnya awan membuat sinar Matahari mudah menembus permukaan tanah. Warga diimbau menghindari aktivitas berat di luar ruangan antara pukul 10.00–16.00 WIB.

2. Majalengka, Jawa Barat (37,6°C)
Majalengka juga mengalami lonjakan suhu hingga 37,6°C. Cuaca panas ini membuat warga mudah mengalami dehidrasi dan kelelahan panas (heat exhaustion). BMKG menyarankan penggunaan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah.

3. Boven Digoel, Papua (37,3°C)
Meski berada di wilayah timur, Papua tidak luput dari dampak panas ekstrem. Di Boven Digoel, suhu maksimum mencapai 37,3°C. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya kelembapan udara dan pergerakan angin kering dari selatan.

4. Surabaya, Jawa Timur (37°C)
Sebagai kota industri besar, Surabaya dikenal dengan suhu panasnya. Tahun ini, termometer menembus angka 37°C. Selain faktor iklim, kepadatan bangunan dan minimnya ruang hijau turut memperburuk kondisi panas di kota ini.

5. Banten dan Sekitarnya (35°C ke Atas)
Beberapa wilayah di Banten mencatat suhu di atas 35°C, terutama wilayah pesisir. BMKG mencatat, suhu tinggi ini disebabkan oleh angin kering monsun Australia yang memperkuat intensitas panas di wilayah selatan Pulau Jawa.

BMKG memprediksi cuaca panas ekstrem ini akan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring masuknya musim hujan. Masyarakat diimbau untuk tetap terhidrasi, menggunakan pelindung diri, dan membatasi aktivitas luar ruangan di siang hari agar terhindar dari dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung di berbagai kota Indonesia.(ALF)***