Gubernur Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan stunting di tingkat desa berjalan optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal didampingi Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal. Ia menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting dan meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius.
Menurutnya, penanganan harus melibatkan tenaga kesehatan secara komprehensif, termasuk dokter anak, agar penyebab utama stunting dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Iqbal.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur NTB juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan yang memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok.
Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.
“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi masyarakat di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga kawasan pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.
Gubernur Iqbal pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan meningkat tanpa merusak lingkungan.
Sementara itu, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini kepada anak-anak, termasuk membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan desa tetap bersih dan sehat.
Di sisi lain, Kepala Desa Lantan Lalu Irwan menjelaskan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui program PNPM. Namun saat ini bangunan tersebut mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.
Pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa, namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur NTB juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan” sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah.(ALF)***
























Leave a Reply