Dompu – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menegaskan penanganan kekeringan di Kabupaten Dompu tidak bisa hanya mengandalkan bantuan air bersih. Menurutnya, diperlukan solusi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur air, pembangunan sumber air alternatif, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Mirah saat menghadiri Gerakan Air Bersih yang digagas Matahari Pagi Indonesia (MPI) NTB untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu.
Mirah mengatakan bantuan air bersih merupakan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, upaya tersebut harus diiringi dengan kebijakan yang mampu menyelesaikan persoalan kekeringan secara berkelanjutan.
“Bantuan air bersih merupakan solusi jangka pendek yang harus segera dilakukan. Namun, kita juga perlu memikirkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketahanan air di daerah,” ujar Mirah kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Karena itu, Gerakan Air Bersih tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi upaya membangun solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Air bersih adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan memberikan solusi nyata. Gerakan Air Bersih ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar agar masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan layak di tengah musim kemarau,” katanya.
Mirah menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan di lapangan agar tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal.
Berdasarkan data sementara per 22 Juli 2026, Gerakan Air Bersih telah menjangkau 495 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Dompu. Di Kecamatan Woja, bantuan disalurkan kepada 40 KK di Desa Baka Jaya, 50 KK di Desa Nowa, dan 45 KK di Kelurahan Kandai Dua. Sementara di Kecamatan Pajo, bantuan menjangkau 40 KK di Desa Ranggo dan 320 KK di Desa Temba Lae.
Mirah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga terdampak kekeringan. Menurutnya, setiap bentuk kontribusi, baik berupa bantuan air bersih, dukungan logistik, maupun partisipasi dalam aksi kemanusiaan, memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis air.
Melalui Gerakan Air Bersih ini, Mirah berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga merasakan hadirnya kepedulian bersama. Ia menambahkan, program serupa akan terus dievaluasi dan diperluas agar semakin banyak masyarakat di wilayah rawan kekeringan memperoleh akses terhadap air bersih.(ALF)***
























Leave a Reply