Rahasia Kenapa Pelari Marathon Wajib Minum Isotonik, Bukan Air Biasa, Demi Finish Kuat!

Simak fungsi utama minuman isotonik saat marathon agar tubuh tetap bertenaga, fokus, dan terhindar dari dehidrasi.

Pexels/RUN 4 FFWPU

Marathon bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga bagaimana pelari menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil hingga garis finis. Salah satu strategi penting dalam dunia lari jarak jauh adalah konsumsi minuman isotonik. Banyak pelari pemula bertanya, apa bedanya air putih dengan minuman isotonik, dan kenapa minuman ini dianggap penting saat race?

Isotonik adalah minuman dengan kandungan elektrolit, karbohidrat, dan mineral yang formulanya menyerupai cairan tubuh manusia. Artinya, minuman ini dapat diserap tubuh lebih cepat daripada air biasa. Saat marathon, tubuh mengeluarkan banyak keringat, sehingga kehilangan natrium, kalium, magnesium, dan cairan dalam jumlah besar.

Jika kekurangan elektrolit, pelari rentan mengalami kram otot, pusing, lemas, dan penurunan fokus. Di titik ini, energi tubuh tidak hanya habis, tetapi sistem tubuh juga terganggu. Inilah alasan minuman isotonik sangat penting: bukan sekadar menghilangkan haus, tetapi mengembalikan keseimbangan cairan tubuh dan energi secara cepat.

Selain itu, kandungan karbohidrat sederhana dalam isotonik membantu menyediakan energi instan selama lari. Ini sangat berguna saat tubuh mulai memasuki fase “energy depletion” atau penurunan stamina, biasanya terjadi setelah kilometer 15–20.

Konsumsi minuman isotonik yang tepat juga membantu mencegah kondisi hiponatremia, yaitu kadar natrium yang terlalu rendah akibat minum air putih terlalu banyak tanpa elektrolit. Kondisi ini berbahaya dan dapat mempengaruhi sistem saraf.

Waktu ideal minum isotonik saat marathon adalah secara bertahap setiap 20–30 menit, atau mengikuti hydration point yang disediakan panitia. Jangan minum terlalu banyak dalam satu waktu agar tidak mengganggu perut.

Sebelum lomba, pelari juga disarankan minum isotonik 1–2 jam sebelum start untuk memastikan cadangan elektrolit dan energi cukup. Sedangkan setelah finish, isotonik membantu proses pemulihan otot dan cairan tubuh yang hilang.

Kesimpulannya, minuman isotonik adalah bagian penting dari strategi hidrasi marathon, terutama untuk menjaga performa, mencegah cedera, serta memastikan tubuh tetap bertenaga hingga garis finish.(ALF)***