Portugal Lolos Dramatis, Roberto Martinez Bongkar Alasan Membela Wasit Usai Kemenangan Kontroversial atas Kroasia di Piala Dunia 2026

Portugal lolos dramatis usai kalahkan Kroasia, Roberto Martinez membela keputusan wasit dan VAR di Piala Dunia 2026.

Pexels/Pixabay

Timnas Portugal memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Kroasia dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi. Duel tersebut tidak hanya menghadirkan drama hingga menit-menit akhir, tetapi juga memicu perdebatan mengenai sejumlah keputusan wasit dan penggunaan teknologi VAR.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, justru memberikan dukungan penuh kepada perangkat pertandingan. Menurutnya, seluruh keputusan penting yang diambil wasit sudah sesuai dengan aturan dan tidak memberikan keuntungan yang tidak semestinya kepada timnya. Ia menilai teknologi VAR telah membantu menghasilkan keputusan yang objektif dalam laga yang berlangsung sangat ketat.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu setelah Kroasia membuka keunggulan melalui Ivan Perisic. Namun, momentum berubah ketika VAR memberikan hadiah penalti kepada Portugal akibat pelanggaran di kotak terlarang. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mencetak gol penyeimbang.

Gol tersebut sekaligus menambah catatan istimewa Ronaldo yang kembali menunjukkan kualitasnya di panggung dunia. Setelah skor kembali imbang, kedua tim saling menciptakan peluang hingga pertandingan memasuki masa tambahan waktu.

Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Sundulannya pada masa injury time membawa Portugal berbalik unggul dan mengamankan tiket menuju fase berikutnya.

Drama belum berhenti. Kroasia sebenarnya sempat mencetak gol penyeimbang pada penghujung pertandingan. Namun, setelah dilakukan peninjauan melalui VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi posisi offside dalam proses serangan. Keputusan itu memicu protes dari kubu Kroasia yang merasa dirugikan.

Meski mendapat kritik dari pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, Martinez tetap menegaskan bahwa semua keputusan wasit sudah benar. Ia menyebut situasi penalti maupun gol yang dianulir merupakan keputusan yang jelas berdasarkan tayangan ulang dan teknologi yang tersedia.

Martinez juga mengakui pertandingan berlangsung sangat emosional bagi kedua tim. Ia bahkan berseloroh bahwa tekanan dalam laga seperti ini membuatnya “kehilangan rambut”, tetapi menurutnya semua itu sepadan demi membawa Portugal terus melaju di turnamen terbesar dunia.

Di sisi lain, pelatih Kroasia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menyalahkan perangkat pertandingan dan mengakui timnya gagal memanfaatkan sejumlah peluang penting sepanjang pertandingan. Kekalahan ini juga diperkirakan menjadi penampilan terakhir Luka Modric di ajang Piala Dunia bersama Kroasia.

Selanjutnya, Portugal akan menghadapi rival kuat, Spanyol, pada babak 16 besar. Pertemuan dua kekuatan Eropa tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di Piala Dunia 2026. Dengan performa Cristiano Ronaldo yang masih tajam serta kepercayaan diri tim yang terus meningkat, Portugal berharap mampu menjaga momentum untuk melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar juara dunia perdana mereka.(ALF)***