Upaya memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digenjot melalui persiapan penambahan tenaga ahli gizi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah ini diambil sebagai strategi besar untuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah mampu menyediakan layanan gizi yang layak, aman, dan memenuhi standar.
Kebutuhan tenaga profesional yang diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu orang membuat pemerintah mengambil langkah serius dalam merancang sistem rekrutmen maupun pembinaan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, menegaskan bahwa pembahasan mengenai kekurangan tenaga ahli gizi masih berlangsung antar lembaga pemerintah.
Ia memastikan bahwa kebutuhan tersebut akan dipenuhi secara bertahap agar pelaksanaan MBG dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Lodewyk menekankan bahwa setiap SPPG harus memiliki sedikitnya satu ahli gizi yang bertanggung jawab terhadap penyusunan menu seimbang, perhitungan angka kecukupan gizi, hingga pengecekan standar keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat penerima manfaat MBG.
Keterbatasan jumlah tenaga ahli menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi ini mendorong BGN bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan gizi yang lebih banyak dan lebih kompeten.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tersedia sumber daya manusia yang mampu memenuhi tuntutan kebutuhan gizi masyarakat secara komprehensif.
Selain menambah jumlah tenaga, BGN juga mempercepat pemenuhan sertifikasi tenaga penjamah makanan.
Sertifikat ini menjadi syarat penting sebelum SPPG memperoleh Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
Penerapan standar tersebut bertujuan menjamin keamanan pangan yang diproduksi di setiap dapur penyelenggara MBG.
Tidak hanya ahli gizi, tenaga chef pun akan mendapatkan pelatihan khusus guna meningkatkan kualitas menu yang akan disajikan.
Langkah lintas kementerian dan lembaga pun terus disinergikan.
Tim Koordinasi MBG bersama Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi (Persagi) saat ini mengkaji kebutuhan riil tenaga ahli gizi di lapangan.
Para anggota Persagi nantinya dapat ditugaskan untuk mengisi kekurangan di berbagai daerah, terutama wilayah yang masih kekurangan tenaga teknis untuk menjalankan SPPG secara optimal.
Dengan berbagai strategi yang tengah dijalankan, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin kuat dari sisi kualitas pelayanan dan pemerataan tenaga profesional.
Kehadiran ahli gizi berkompeten di setiap titik layanan menjadi fondasi penting agar program ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi prioritas utama MBG.
Ketersediaan tenaga terlatih, dapur produksi yang memenuhi standar, serta pengawasan ketat diharapkan mampu menciptakan sistem layanan gizi nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan. (FIR)***
























Leave a Reply