Kylian Mbappe kembali menunjukkan sikap rendah hati meski terus mencetak sejarah bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Setelah membawa Les Bleus melaju ke babak semifinal usai menaklukkan Maroko dengan skor 2-0, sang kapten menegaskan bahwa dirinya belum pantas disejajarkan dengan para legenda sepak bola Prancis. Baginya, ukuran sebuah tim hebat bukanlah potensi atau statistik individu, melainkan jumlah trofi yang berhasil diraih.
Prancis tampil meyakinkan sepanjang turnamen dengan menunjukkan keseimbangan antara lini serang yang tajam dan pertahanan yang kokoh. Kemenangan atas Maroko menjadi bukti konsistensi mereka dalam menjaga peluang meraih gelar juara dunia. Mbappe kembali memberikan kontribusi besar melalui gol penting, sementara Ousmane Dembele turut menyumbangkan gol yang memastikan langkah Les Bleus ke empat besar. Kombinasi keduanya telah menghasilkan 13 gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan menjadi salah satu duet paling produktif di turnamen.
Meski terus menuai pujian, Mbappe memilih untuk meredam euforia. Penyerang berusia 27 tahun itu menilai timnya belum mencapai apa pun karena perjalanan menuju gelar masih panjang. Menurutnya, banyak tim hebat dalam sejarah Prancis yang dikenang karena mampu mengangkat trofi, sehingga skuad saat ini harus membuktikan kualitas mereka terlebih dahulu sebelum layak dibandingkan dengan generasi emas sebelumnya. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain hanya ingin fokus memenangkan pertandingan berikutnya dan tidak terlena dengan berbagai sanjungan yang datang.
Selain produktivitas lini depan, kekuatan terbesar Prancis pada edisi kali ini juga terlihat dari sektor pertahanan. Hingga babak semifinal, Les Bleus belum kebobolan satu gol pun di fase gugur. Organisasi permainan yang solid membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih. Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Manu Kone yang tampil impresif mengisi peran Aurelien Tchouameni yang mengalami cedera. Performa gelandang muda tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan permainan sehingga Prancis tetap tampil dominan di setiap pertandingan.
Keberhasilan mencapai semifinal juga semakin memperkuat posisi Prancis sebagai salah satu negara tersukses di sejarah Piala Dunia modern. Jika berhasil melangkah ke final, Les Bleus akan mencatatkan penampilan kelima di partai puncak dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir, sebuah pencapaian yang hanya mampu disamai oleh sedikit negara besar dalam sejarah sepak bola. Namun, Mbappe kembali menegaskan bahwa catatan tersebut tidak memiliki arti apabila tim gagal mengangkat trofi di akhir turnamen.
Kini Prancis hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di final Piala Dunia 2026. Mbappe dipastikan kembali menjadi tumpuan utama bersama Ousmane Dembele dalam membongkar pertahanan lawan. Dengan pengalaman yang dimiliki para pemain senior serta munculnya sejumlah talenta muda, Les Bleus menjadi salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar juara.
Bagi Mbappe, perjalanan menuju status legenda belum selesai. Ia percaya bahwa warisan seorang pemain tidak ditentukan oleh jumlah gol atau penghargaan individu, melainkan oleh kemampuan membawa negaranya meraih gelar bergengsi. Karena itu, seluruh fokusnya kini hanya tertuju pada semifinal dan kesempatan membawa Prancis kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Jika misi tersebut berhasil diwujudkan, bukan tidak mungkin nama Kylian Mbappe akan semakin kokoh tercatat sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Prancis maupun dunia.(ALF)***
























Leave a Reply