
Bangun Ide – Petani di Kasugai, Prefektur Aichi, tengah memperkenalkan tren kuliner unik dengan menggunakan kaktus prickly pear sebagai bahan utama menu sehat. Tanaman yang kaya serat dan nutrisi ini kini hadir dalam berbagai sajian seperti quiche, tempura, hingga mi dingin.
Miki dan Motohiko Deguchi adalah salah dua dari sedikit petani Jepang yang menanam kaktus konsumsi. Sejak 2015, mereka telah membudidayakan ratusan tanaman kaktus di area sawah bekas dan menjualnya dengan merek Taiyonoha.
Produk mereka dijual seharga sekitar 1.800 yen per kilogram, baik secara daring maupun di toko lokal, bahkan telah digunakan oleh restoran kelas atas.
Penelitian dari Universitas Chubu menunjukkan bahwa kaktus jenis ini berpotensi meningkatkan imunitas tubuh. Tikus yang diberi bubuk prickly pear menunjukkan peningkatan protein pelindung usus. Hal ini mendukung klaim bahwa tanaman ini layak disebut sebagai “superfood.”
Selain tahan terhadap cuaca ekstrem, kaktus tidak memerlukan pestisida, menjadikannya ramah lingkungan dan cocok untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah daerah dan sekolah juga mulai mengadopsinya dalam menu makanan, seperti kari kaktus dengan kroket.
Bahkan FAO, badan pangan PBB, telah menyarankan penggunaan kaktus sebagai solusi ketahanan pangan global. Di Jepang, penyebaran tanaman ini terus berkembang, dengan sejumlah supermarket di Prefektur Nagano mulai menjualnya sebagai sayuran alternatif. (ALF)***























Leave a Reply