Laga Elite Pro Academy Liga 1 U-20 antara Bhayangkara FC U20 dan Dewa United U20 berakhir ricuh setelah insiden kekerasan yang melibatkan Fadly Alberto menjadi sorotan luas.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Dewa United U20 2-1 itu sejatinya berlangsung ketat.
Kericuhan akhirnya pecah setelah peluit panjang dibunyikan, tensi pertandingan sudah meningkat sejak babak kedua akibat duel keras dan pelanggaran yang terus terjadi.
Pemain dari kedua tim terlibat adu mulut yang kemudian berkembang menjadi aksi dorong-dorongan, dan dalam situasi tersebut, sebuah momen yang terekam kamera menjadi pusat perhatian.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi tendangan tinggi yang menyerupai gerakan bela diri atau kungfu kick ke arah pemain lawan.
Hal tersebut merupakan aksi sebagai tindakan berbahaya yang mencederai nilai sportivitas pertandingan dan Nama Fadly Alberto kemudian dikaitkan dengan insiden tersebut
Ia diketahui merupakan pemain Timnas Indonesia U-17, sehingga keterlibatannya langsung mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya dari penggemar sepak bola tetapi juga pengamat olahraga.
Sementara itu, kericuhan terjadi sebagai akumulasi dari ketegangan sepanjang pertandingan sehingga intensitas tinggi dan tekanan hasil akhir disebut menjadi pemicu utama yang membuat emosi pemain memuncak di akhir laga.
Meski video insiden tersebut viral, hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan secara spesifik identitas pemain lawan yang menjadi sasaran tendangan.
Hal ini juga ditegaskan oleh beberapa laporan media yang lebih berhati-hati dalam menyampaikan detail kejadian.
Insiden ini memicu berbagai reaksi dari publik dan banyak pihak menyayangkan tindakan tersebut, terutama karena terjadi di kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi ajang pembinaan karakter dan sportivitas.
Selain itu, status Fadly Alberto sebagai bagian dari tim nasional U-17 membuat insiden ini menjadi sorotan yang lebih besar.
Beberapa pihak menilai bahwa pemain timnas seharusnya menunjukkan sikap yang lebih disiplin di lapangan dan pihak penyelenggara kompetisi dan federasi masih melakukan evaluasi.
Dalam regulasi sepak bola, tindakan seperti tendangan berbahaya tanpa perebutan bola dapat dikategorikan sebagai violent conduct, yang berpotensi berujung pada sanksi berat. (EN)***
























Leave a Reply