
BANGUN IDE – Tidak diragukan lagi bahwa Jepang memiliki kuil-kuil yang indah. Tidak sedikit dari kuil tersebut memiliki nilai sejarah yang kental. Salah satunya adalah Kuil Kashiigu yang berlokasi di Fukuoka, kuil ini sudah lama berdiri dan memiliki nilai sejarah yang sangat kental.
Kuil yang berdiri di Jepang memilik keindahan dan arsitektur yang unik, selain itu beberapa dari mereka juga memiliki nilai sejarah yang kental.
Salah satunya adalah Kuil Kashiigu yang berada di Fukuoka. Kuil ini memiliki struktur yang indah dan dikelilingi oleh pohon-pohon tinggi, memberikan nuansa yang sejuk.
Konon, Kaisar Chuai (149–200 M) menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di wilayah barat Jepang, kemungkinan besar terlibat dalam pertempuran dengan berbagai suku demi memperkuat kekuasaannya dan menyatukan negeri.
Pada tahun 200 M, saat berada di wilayah yang kini dikenal sebagai kota Fukuoka, istrinya yang juga seorang dukun perempuan bernama Jingu (169–269 M) menerima wahyu dari para dewa bahwa suaminya harus melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Korea untuk mengalahkan musuh di sana.
Namun, Chuai menolak gagasan itu. Ia menganggapnya tidak masuk akal karena tidak melihat daratan apa pun di barat, hanya lautan, bahkan setelah naik ke puncak gunung tertinggi. Ia pun tidak bersedia membuat rencana untuk berlayar ke Korea.
Tak lama setelah menolak ramalan istrinya—menurut beberapa cerita, bahkan keesokan harinya—Kaisar Chuai wafat. Sang istri, yang tengah mengandung, kemudian mengambil alih kekuasaan sebagai pemangku takhta untuk memerintah atas nama anak yang belum lahir.
Dalam masa pemerintahannya, ia berhasil menaklukkan sejumlah suku di wilayah Kyushu, lalu melanjutkan perjalanan ke Korea untuk menundukkan tiga kerajaan yang saat itu menguasai Semenanjung Korea. Setelah sekitar dua tahun, ia kembali ke Kyushu.
Layout dari kuil ini sendiri masih sama dengan bentuk awal saat pertama kali dibangun pada abad ke-8. Menjadikannya 1 dari 17 kuil di Jepang yang dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan upacara kekaisaran.
Kuil Kashiigu sendiri didirikan di atas lereng yang landai, kuil ini menghadap sebuah kolam cantik yang menjadi rumah bagi ikan koi dan banyak kura-kura. Jika hari sedang cerah anda bisa melihat kura-kura tersebut berjemur di atas batu atau batang kayu.
Bangunan kuil utamanya sendiri terakhir kali di renovasi pada tahun 1801, memiliki design arsitektur unik yang bernama Kashii.
Keunikan arsitektur kuil ini—dengan serambi yang miring secara tidak biasa serta perpaduan mencolok antara warna merah terang, hijau kehijauan, dan pernis hitam—telah menjadikannya diakui sebagai situs warisan budaya penting.
Bagi anda yang tertarik untuk mengunjungi kuil ini, lokasinya hanya berjarak 5 menit dari stasiun Kashii Jingu. Jika berjalan dari Kashii train line anda akan memakan waktu sekitar 15 menit, nah musim semi ini adalah waktu yang tepat untuk berkunjung. (ALF)***























Leave a Reply