Gelombang Panas Melanda Jepang, Turis Diminta untuk Waspada dan Jangan Berlama-lama di Luar Ruangan!

Suhu panas jepang melanda Jepang!
Sumber: Pexels by Ayyeee Ayyeee
Suhu panas jepang melanda Jepang!
Sumber: Pexels by Ayyeee Ayyeee

Bangun Ide – Suhu Panas Ekstrem Picu Peringatan Heatstroke di Jepang. Gelombang panas ekstrem memicu peringatan bahaya heatstroke di berbagai wilayah Jepang pada hari Rabu, mendorong puluhan warga Tokyo untuk mencari pertolongan medis darurat.

Cuaca panas menjadi sorotan utama di media lokal, terlebih setelah Jepang mengalami salah satu musim panas terpanas tahun lalu, yang dipicu oleh perubahan iklim global dan gelombang panas ekstrem di berbagai belahan dunia.

Badan Meteorologi Jepang mencatat suhu tertinggi bulan Juni di 14 kota berbeda, dengan suhu di pusat kota Tokyo mencapai 34,4 derajat Celsius.

Setidaknya 57 orang dirawat akibat gejala heatstroke di Tokyo pada hari Rabu, menambah total 169 kasus serupa yang tercatat pada hari sebelumnya.

Tiga kematian terkait suhu panas juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Jepang sepanjang minggu ini.

Sebagian warga Tokyo berusaha mengatasi panas dengan mengenakan pakaian penolak panas, seperti seorang warga, yang menunjukkan kepada media syal pendinginnya.

“Saya rendam syal ini dalam air, lalu lilitkan di leher. Rasanya sejuk sekali. Saya juga memakai payung ini, untuk menghalau sinar dan panas matahari agar terasa lebih nyaman,” ujarnya.

Lansia lainnya mengatakan mereka memilih beraktivitas ringan agar tidak terlalu terpapar panas, sementara lansia yang memang harus berkativitas dihimbau untuk rutin minum air agar tetap terhidrasi.

Setiap musim panas, pemerintah Jepang secara rutin mengimbau masyarakat, terutama lansia, untuk berada di ruangan ber-AC guna mencegah risiko heatstroke.

Lebih dari 80 persen kematian akibat suhu panas dalam lima tahun terakhir tercatat terjadi pada kalangan lanjut usia.

Di sisi lain, Jepang juga mencatat lonjakan besar kunjungan wisatawan asing, dengan peningkatan 21 persen pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya.

“Panasnya benar-benar luar biasa,” kata, turis asal Australia yang berusaha terus berteduh bersama rekannya.

“Hembusan angin pun terasa hangat, jadi satu-satunya cara untuk lepas dari panasnya ya masuk ke dalam ruangan,” tambahnya. (ALF)***