Menteri Kehutanan meninjau langsung lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menerpa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan proses pemadaman api di medan yang sulit dapat berjalan secara optimal dan terkoordinasi.
Langkah tanggap darurat ini diambil untuk mencegah meluasnya kerusakan ekosistem serta gangguan pada sektor pariwisata setempat. Guna memadamkan titik api di lereng curam yang sukar dijangkau jalur darat, pemerintah memaksimalkan penggunaan helikopter water bombing.
Pengeboman air dari udara ini dinilai sebagai strategi paling efektif dalam menjangkau pusat kobaran api di area perbukitan. Selain jalur udara, tim gabungan yang terdiri dari petugas taman nasional, TNI, Polri, dan relawan tetap disiagakan di jalur darat.
Dilansir melalui Detik news pada Senin (10/08), Berdasarkan evaluasi di lapangan, cuaca ekstrem serta angin kencang menjadi tantangan utama yang menyulitkan proses pemadaman secara cepat. Petugas di lapangan terus membuat sekat bakar buatan guna memutus rantai penyebaran api ke area vegetasi yang masih hijau.
Upaya pemadaman maraton ini terus dipantau secara berkala agar situasi krisis dapat segera diatasi sepenuhnya. Menhut meminta seluruh pihak untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk kawasan guna meminimalisir potensi aktivitas memicu kebakaran. Imbauan tegas juga disampaikan kepada para wisatawan dan masyarakat sekitar agar tidak menyalakan api sembarangan di area rawan kekeringan.
Pemulihan ekosistem hutan yang terdampak karhutla ini dipastikan akan menjadi prioritas pemerintah setelah titik api berhasil dipadamkan total. Kajian teknis terkait tingkat kerusakan vegetasi dan fauna di area Bromo akan segera dilakukan oleh tim ahli. ***RHN
























Leave a Reply