Setelah Penantian Panjang, Akhirnya Windows 11 Berhasil Melampaui Jumlah Pengguna Windows 10!

Sumber: X@Windows
Sumber: X@Windows

Bangun Ide – Windows 11 kini telah menjadi versi sistem operasi Microsoft yang paling banyak digunakan, menggeser Windows 10 ke posisi kedua. Meskipun selisih pengguna keduanya masih tipis, tren saat ini menunjukkan bahwa keunggulan Windows 11 kemungkinan akan terus meningkat.

Pada 5 Oktober mendatang, Windows 11 genap berusia empat tahun. Lambatnya adopsi pengguna sempat menjadi kekhawatiran bagi Microsoft. Namun, dengan semakin dekatnya batas akhir dukungan untuk Windows 10, Windows 11 akhirnya berhasil melampaui pendahulunya.

Berdasarkan data GlobalStats per Juli 2025, Windows 11 telah menguasai 51,36% pangsa pasar di antara semua versi Windows.

Sementara itu, Windows 10 turun ke 45,57%, mengakhiri statusnya sebagai sistem operasi Microsoft yang paling banyak digunakan gelar yang dipegangnya sejak awal 2018, setelah menggeser Windows 7.

Salah satu penyebab pergeseran ini kemungkinan karena dukungan untuk Windows 10 akan berakhir pada Oktober 2025.

Namun, faktor yang lebih jelas adalah hampir seluruh perangkat baru seperti laptop dan PC rakitan telah menggunakan Windows 11 selama hampir empat tahun terakhir, sehingga sistem operasi ini terus mengalami pertumbuhan alami yang signifikan.

Windows 10 berhasil menjadi sistem operasi Microsoft paling populer dalam waktu dua setengah tahun sejak peluncurannya, didukung oleh kemudahan dan gratisnya upgrade dari Windows 7.

Sebaliknya, Windows 11 memiliki syarat perangkat keras yang lebih ketat, seperti keharusan adanya TPM 2.0.

Chip khusus ini berfungsi untuk keamanan tingkat perangkat keras, termasuk untuk Windows Hello, penyimpanan kunci enkripsi, perlindungan firmware, dan Secure Boot.

Meski tersedia sejumlah solusi alternatif, persyaratan ini membatasi perangkat yang kompatibel dan kemungkinan besar memperlambat adopsi Windows 11.

Meskipun Windows 11 sempat menimbulkan sejumlah masalah terkait gaming saat awal peluncuran, sebagian besar gangguan serius telah diperbaiki lewat pembaruan. Namun, pengalaman awal seperti game yang crash, performa buruk, serta pembaruan otomatis yang mengganggu sesi bermain mungkin membuat sebagian gamer enggan beralih ke sistem operasi ini. (ALF)***