Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah mencatat capaian luar biasa sepanjang 2025.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah peserta yang hadir dalam program ini telah menembus angka 70 juta orang, menjadikannya salah satu program layanan kesehatan preventif terbesar dalam sejarah Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar atau setara dengan tingkat kehadiran 96,12 persen.
Angka ini mencerminkan antusiasme publik yang sangat tinggi terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan negara.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG berperan penting dalam menekan risiko kematian akibat penyakit tidak menular yang selama ini mendominasi penyebab kematian di Indonesia.
“Orang Indonesia sering meremehkan darah tinggi. Lima tahun kemudian kena stroke atau serangan jantung,” ujar Budi.
“Setahun sekali harus cek. Tekanan darah di kisaran normal, gula darah di bawah 200, kolesterol di bawah 200. Kalau itu dijaga, Insya Allah usia bisa panjang,” tambahnya.
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke kini menjadi tantangan utama sistem kesehatan nasional.
Temuan CKG menunjukkan satu dari lima peserta mengalami tekanan darah tinggi, sekitar 5,9 persen terdeteksi diabetes, serta banyak ditemukan obesitas sentral pada kelompok usia dewasa.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menilai capaian ini sebagai sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
“Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata Aji.
Program CKG telah menjangkau seluruh 38 provinsi, melibatkan 514 kabupaten/kota, serta didukung oleh 10.588 fasilitas kesehatan.
Ribuan puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan, termasuk di wilayah terpencil.
Pada sektor pendidikan, CKG Sekolah telah melayani lebih dari 16,7 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa.
Aji juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan yang bekerja langsung di lapangan.
“Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik di puskesmas, sekolah, maupun komunitas,” ujarnya.
Secara nasional, evaluasi menunjukkan CKG telah menjangkau sekitar 24,9 persen populasi Indonesia pada 2025.
Pemerintah menargetkan cakupan ini meningkat menjadi 46 persen pada 2026 agar manfaatnya dirasakan lebih merata.
“Proporsi penerima pemeriksaan kesehatan gratis ditargetkan mencapai 46 persen dari total penduduk,” kata Aji.
Ke depan, Kemenkes akan mengintegrasikan data CKG dengan sistem BPJS Kesehatan agar peserta dapat memperoleh layanan lanjutan tanpa hambatan biaya.
Program ini juga akan diperluas dengan penambahan jenis pemeriksaan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Sebagai program quick win Presiden Prabowo Subianto, CKG diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari “berobat saat sakit” menjadi “menjaga kesehatan sejak dini”, demi membangun bangsa yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. (FIR)***
























Leave a Reply