Perseteruan politik di tubuh FIFA semakin panas. Presiden FIFA Gianni Infantino masih mendapatkan dukungan dari sejumlah negara besar, termasuk Meksiko dan Argentina, ketika tekanan dari sejumlah federasi Eropa terhadap kepemimpinannya terus meningkat.
Dukungan tersebut menjadi penting karena FIFA sedang menghadapi salah satu krisis tata kelola terbesar sejak Infantino memimpin organisasi sepak bola dunia. Meksiko, yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan FIFA melalui mekanisme kelembagaan. Argentina juga mengambil sikap serupa.
Situasi ini menunjukkan bahwa peta dukungan terhadap Infantino tidak sepenuhnya runtuh meski sejumlah negara Eropa mulai mempertanyakan kepemimpinannya.
Rencana Bisnis Piala Dunia Picu Konflik
Krisis bermula dari proposal FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan atas hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana tersebut diperkirakan dapat menghasilkan dana hingga US$4,2 miliar.
Namun, proposal tersebut mendapat penolakan karena sejumlah pihak menilai prosesnya kurang melibatkan anggota FIFA dan konfederasi terkait. Tekanan yang muncul akhirnya membuat FIFA membatalkan rencana tersebut.
FIFA kemudian meminta maaf kepada 211 asosiasi anggotanya dan berjanji melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan. Langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan kritik terhadap Infantino.
Eropa Makin Keras Menentang Infantino
Di sisi berlawanan, tekanan dari Eropa semakin kuat. Federasi Sepak Bola Norwegia secara terbuka menyerukan pengunduran diri Infantino. UEFA juga mempertanyakan kepemimpinan FIFA dan menuntut perubahan dalam tata kelola organisasi.
Sejumlah federasi Eropa telah menarik dukungan atau menyatakan ketidakpuasan terhadap presiden FIFA. Serikat pemain FIFPRO juga mengkritik proposal komersial tersebut dan proses pengambilan keputusan yang menyertainya.
UEFA bahkan menekankan bahwa pemimpin FIFA berikutnya harus mampu menjadi penjaga kepentingan sepak bola, bukan sekadar figur dengan kekuatan politik dan komersial.
Infantino Masih Punya Basis Kekuatan
Meski menghadapi tekanan besar, Infantino belum kehilangan seluruh dukungannya. Selain Meksiko dan Argentina, sejumlah asosiasi dari Afrika, Asia, dan kawasan lainnya masih memberikan dukungan kepada mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut.
Struktur pemungutan suara FIFA membuat dukungan global menjadi sangat penting. Setiap asosiasi anggota memiliki satu suara, sehingga kemampuan membangun koalisi lintas kawasan dapat menentukan hasil pemilihan presiden.
Sampai saat ini, belum ada penantang yang benar-benar muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Infantino pada pemilihan Maret 2027.
Pertarungan FIFA Menuju 2027
Pertarungan politik di FIFA kemungkinan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Infantino harus mempertahankan dukungan dari berbagai konfederasi sekaligus meredakan kritik mengenai transparansi dan tata kelola.
Dukungan Meksiko dan Argentina memberikan tambahan kekuatan bagi Infantino. Namun, penolakan dari sejumlah federasi Eropa menunjukkan bahwa masa depan kepemimpinannya masih menghadapi ujian berat.
Dengan pemilihan presiden FIFA 2027 semakin dekat, perebutan pengaruh di sepak bola dunia diperkirakan akan semakin sengit.(ALF)***
























Leave a Reply