FDA Temukan Selada Terkontaminasi Parasit Berbahaya, Wabah Keracunan Makanan Meluas dan Picu Penarikan Produk di Amerika Serikat Besar

FDA menemukan selada terkontaminasi parasit Cyclospora. Wabah meluas, produk ditarik dan ratusan warga dirawat di AS.

Ilustrasi Makanan Sehat dengan Bahan Seadanya
Photo by Jill Wellington from Pexels: https://www.pexels.com/photo/close-up-of-salad-in-plate-257816/

Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan bahwa sampel selada iceberg cincang yang dipasok oleh Taylor Farms dinyatakan positif mengandung Cyclospora, parasit penyebab infeksi saluran pencernaan yang dapat memicu diare berkepanjangan. Temuan ini menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan salah satu wabah penyakit bawaan makanan terbesar yang terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut FDA, sampel yang terkontaminasi ditemukan melalui pengawasan intensif terhadap produk impor selama proses investigasi. Produk tersebut telah diamankan sehingga tidak lagi beredar di pasar. Meski demikian, pihak berwenang masih menelusuri kemungkinan adanya sebagian produk dari lot yang sama yang telah sampai ke distributor, restoran, maupun rumah konsumen.

Taylor Farms menjelaskan bahwa sampel yang dinyatakan positif bukan berasal dari produk yang telah masuk dalam daftar penarikan (recall) sebelumnya. Meski begitu, perusahaan tetap bekerja sama dengan FDA untuk menelusuri asal-usul kontaminasi sekaligus memastikan tidak ada produk berisiko yang masih dijual kepada masyarakat.

Wabah ini dikaitkan dengan infeksi Cyclospora, parasit mikroskopis yang menyerang usus manusia. Penderita umumnya mengalami diare berkepanjangan, nyeri perut, mual, kehilangan nafsu makan, kelelahan, hingga penurunan berat badan. Pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, atau individu dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi dapat menyebabkan dehidrasi dan membutuhkan perawatan medis.

Penyelidikan sebelumnya mengarah pada penggunaan selada iceberg cincang di sejumlah gerai Taco Bell di lima negara bagian, yaitu Indiana, Kentucky, Michigan, Ohio, dan West Virginia. Berdasarkan data otoritas kesehatan Amerika Serikat, wabah tersebut telah menyebabkan sekitar 100 pasien dirawat di rumah sakit dan belum dilaporkan adanya korban meninggal dunia.

Sebagai langkah pencegahan, Taylor Farms telah menarik secara sukarela berbagai produk selada iceberg yang berasal dari Meksiko dan didistribusikan ke puluhan negara bagian di Amerika Serikat. FDA juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi produk yang masuk dalam daftar penarikan, serta segera membuangnya atau mengembalikannya ke tempat pembelian apabila masih dimiliki.

Selain itu, restoran dan pelaku usaha makanan diminta menghentikan penggunaan produk yang terdampak hingga investigasi selesai. FDA menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung sehingga tidak menutup kemungkinan akan ditemukan merek, jalur distribusi, maupun produk lain yang ikut terkontaminasi.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok pangan, terutama untuk produk segar yang dikonsumsi tanpa proses pemanasan.

Konsumen juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi penarikan produk, mencuci bahan makanan dengan benar, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi sayuran segar. Dengan investigasi yang masih berjalan, perkembangan terbaru dari FDA diperkirakan akan menjadi acuan bagi langkah penanganan lebih lanjut demi mencegah meluasnya wabah penyakit bawaan makanan di Amerika Serikat.(ALF)***