Rumah Kakak Paus Leo XIV Diteror Ancaman Bom Usai Kritik Trump

Rumah kakak Paus Leo XIV diteror ancaman bom pada 15 April 2026 di Chicago, di tengah ketegangan dengan Donald Trump.

Akun Instagram @thefierytrippers

Rumah kakak dari Paus Leo XIV menjadi sasaran ancaman bom di tengah meningkatnya tensi politik antara Vatikan dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Insiden terjadi pada Rabu malam 15 April 2026 sekitar pukul 18.30 waktu setempat di kawasan New Lenox, pinggiran Chicago, tempat tinggal John Prevost, kakak Paus Leo XIV.

Polisi segera merespons laporan tersebut dengan mengevakuasi warga sekitar dan mengerahkan unit penjinak bom serta anjing pelacak untuk menyisir lokasi.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, aparat memastikan bahwa ancaman tersebut tidak terbukti dan tidak ditemukan bahan peledak di lokasi.

Dalam keterangan resminya kepada media, pihak kepolisian memastikan bahwa ancaman tersebut tidak terbukti.

‘Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah dan area sekitarnya. Tidak ditemukan bahan peledak maupun material berbahaya’ ujar pihak kepolisian dalam keterangan kepada media.

Meski tidak ditemukan bom, aparat menegaskan bahwa kasus ini tetap ditangani serius dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku.

Di sisi lain, kakak Paus Leo XIV, John Prevost, mengaku terkejut atas kejadian yang dialami tersebut.

‘Kami kaget dengan kejadian ini, tapi bersyukur semua dalam keadaan aman.’ ujarnya dalam wawancara singkat dengan media lokal.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pernyataan Paus Leo XIV yang menyinggung isu politik internasional, termasuk kritik terhadap kebijakan penggunaan kekuatan oleh negara besar.

Dalam beberapa pernyataan publik sebelumnya, Paus mengecam apa yang ia sebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan global, yang kemudian memicu respons keras dari Donald Trump.

Pernyataan tersebut memicu respons dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan menjadi sorotan luas di berbagai media internasional.

Meski belum ada bukti langsung yang mengaitkan ancaman bom dengan ketegangan politik tersebut, waktu kejadian yang berdekatan membuat kasus ini mendapat perhatian publik.

Aparat menegaskan bahwa kasus ini tetap serius dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku di balik ancaman tersebut.

Kepala Kepolisian New Lenox juga menyatakan bahwa pengamanan di sekitar lokasi akan ditingkatkan sebagai langkah antisipasi.

Ketegangan tersebut menjadi sorotan internasional dan dinilai sebagai salah satu konflik paling terbuka antara Vatikan dan pemerintahan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Meski belum ada bukti langsung yang mengaitkan ancaman bom dengan konflik politik tersebut, waktu kejadian yang berdekatan membuat insiden ini mendapat perhatian luas.

Ancaman bom terhadap keluarga Paus Leo XIV pada 15 April 2026 menunjukkan bagaimana tensi politik global dapat berdampak hingga ke ranah pribadi.

Meski terbukti sebagai ancaman palsu, kasus ini menegaskan pentingnya keamanan di tengah meningkatnya polarisasi politik internasional. (EN)***