Festival musik jazz paling ikonik di Indonesia akhirnya kembali setelah penantian panjang.
JakJazz 2025 siap mengguncang Jakarta dengan konsep segar yang merayakan warisan sekaligus membuka ruang bagi generasi baru.
Acara ini akan berlangsung pada 20 Desember 2025 di Senayan Park, Jakarta Pusat, menghadirkan pengalaman musik yang intim, hangat, dan penuh kreativitas di tengah suasana ruang terbuka ibu kota.
Tahun ini, JakJazz membawa tema ganda: “Dari Sunyi Kembali Bersemi” dan “Respecting the Legacy, Empowering the Youth.”
Dua tagline tersebut mencerminkan arah baru festival—menghidupkan kembali atmosfer JakJazz era awal sekaligus menanamkan energi segar dari musisi muda yang semakin berani mengekplorasi bunyi-bunyi baru dalam jazz, fusion, soul, hingga world music.
Sebagai festival jazz pertama di Indonesia yang lahir pada 1988, JakJazz memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan panggung bertemunya legenda dengan talenta muda.
Tahun ini, tradisi tersebut kembali diperkuat lewat line-up yang mengombinasikan nama-nama besar dan bintang generasi baru.
Konfirmasi kehadiran musisi seperti Indra Lesmana, Motoharu (saxophonist asal Jepang), serta Natasya Elvira menjadi sinyal jelas bahwa festival ini masih menjadi ruang dialog musik tanpa batas usia maupun aliran.
Selain panggung utama, JakJazz 2025 juga menghadirkan serangkaian program pendukung yang berlangsung sebelum dan sesudah hari-H.
Beberapa di antaranya adalah JakJazz Lab (wadah workshop dan kelas kreatif), City Beats (pop-up gigs yang hadir di ruang publik), JakJazz Collabs (kolaborasi musik dan lifestyle), hingga Appreciation Night untuk merayakan perjalanan para pelaku jazz tanah air.
Ragam kegiatan tersebut menegaskan bahwa JakJazz bukan hanya festival tahunan, tetapi gerakan budaya yang berusaha menjaga napas jazz tetap hidup di kota ini.
Tidak hanya musik, festival ini turut menghadirkan kuliner lokal, UMKM, dan pameran artistik untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Dengan lokasi strategis di Senayan Park, penonton dapat menikmati konser dalam suasana outdoor yang lebih modern, nyaman, dan ramah komunitas.
Dalam pernyataannya, Music Director Barry Likumahuwa menekankan bahwa JakJazz 2025 menjadi wadah pertemuan energi berbeda.
Ia menyebutkan bahwa festival ini tak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga kesempatan bagi talenta muda untuk memperkenalkan warna jazz masa kini yang lebih eksperimental, segar, dan spontan.
Sementara itu, Chairman JakJazz, Sari W. Pramono, menegaskan bahwa kebangkitan festival ini adalah jawaban dari kerinduan komunitas sekaligus upaya menghidupkan kembali pariwisata Jakarta melalui event musik berkelas internasional.
Dengan spirit baru, line-up lintas generasi, serta program yang semakin variatif, JakJazz 2025 diproyeksikan menjadi salah satu festival musik paling dinantikan di penghujung tahun.
Bagi para pencinta jazz dan penikmat musik live, perhelatan ini menjadi momentum penting untuk merayakan kreativitas dan merasakan kembali hangatnya komunitas musik Indonesia yang selama ini dirindukan. (FIR)***
























Leave a Reply