Tim Nasional Indonesia akan melakoni laga krusial kontra China pada pertandingan kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang akan digelar pada Kamis, 5 Juni 2025 dini hari WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini sarat akan tantangan, mengingat Indonesia belum pernah meraih kemenangan atas China dalam 38 tahun terakhir.
Saat ini, skuad Garuda menempati posisi keempat Grup C dengan koleksi 9 poin, sedangkan China berada di dasar klasemen dengan 6 poin setelah menelan dua kekalahan beruntun pada Maret 2025.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan tiket langsung ke putaran final atau setidaknya melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan demikian, target tiga poin penuh menjadi prioritas utama demi mewujudkan mimpi berlaga di ajang akbar tersebut.
Menghadapi “Dragon Team”, Indonesia memiliki modal positif. Tim yang diperkuat oleh Jay Idzes dan kawan-kawan ini berhasil mencatat dua kemenangan beruntun di SUGBK, yaitu mengalahkan Arab Saudi (2-0) dan Bahrain (1-0).
Terjebak dalam Bayangan Sejarah 38 Tahun
Meskipun demikian, rekor pertemuan Indonesia dengan China menunjukkan dominasi yang signifikan dari tim tamu.
Berdasarkan data dari sumber seperti RSSSF, 11v11, dan Transfermarkt, dari total 22 pertandingan di berbagai kompetisi, China berhasil memenangkan 15 laga.
Sementara itu, Indonesia baru mengantongi tiga kemenangan, dan empat pertandingan lainnya berakhir imbang. Statistik ini tentu menimbulkan tekanan mental yang tidak kecil bagi skuad Garuda.
Kemenangan terakhir Indonesia atas China tercatat sudah sangat lama, yaitu pada 20 Februari 1987. Kala itu, di ajang Piala Raja di Thailand, Indonesia sukses membungkam China dengan skor telak 3-1.
Sebuah kemenangan yang kini terasa begitu jauh dan penuh kenangan. Sejak kemenangan heroik 38 tahun silam, Indonesia selalu kesulitan saat berhadapan dengan “Negeri Tirai Bambu”.
Berbagai ajang, mulai dari laga persahabatan, kualifikasi Piala Dunia, hingga Piala Asia, seringkali berakhir dengan kekalahan telak atau hasil imbang yang kurang memuaskan.
Bahkan, pada pertemuan terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 15 Oktober 2024, Indonesia kembali takluk dengan skor 1-2 dari China.
Mampukah Garuda Akhiri Kutukan?
Deretan hasil minor tersebut menjadi peringatan bagi Timnas Indonesia. Namun, dukungan penuh dari para suporter di kandang sendiri diharapkan dapat menjadi motivasi luar biasa.
Mental baja serta strategi jitu yang diracik oleh pelatih Patrick Kluivert dan stafnya akan menjadi kunci untuk memutus rentetan hasil negatif ini.
Pertandingan melawan China bukan hanya sekadar perebutan tiga poin untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan bahwa mereka telah jauh berkembang.
Generasi emas Garuda saat ini memiliki potensi untuk menorehkan sejarah baru dan mengukir namanya di lembaran kemenangan.
Akankah 5 Juni 2025 menjadi tanggal bersejarah di mana Timnas Indonesia mengakhiri kutukan tak pernah menang kontra China? Seluruh mata akan tertuju ke SUGBK, menantikan magis Tim Garuda kembali bersinar.(JC)***
























Leave a Reply