Pada Rabu, 30 April 2025, Amerika Serikat dan Ukraina menandatangani sebuah perjanjian penting yang memberikan hak akses eksklusif bagi AS terhadap sumber daya mineral penting di Ukraina, termasuk logam tanah jarang.
Sebagai timbal baliknya, Amerika akan memberikan dana untuk mendukung proses rekonstruksi Ukraina pascaperang.
Dilansir dari Reuters pada Kamis, 1 Mei 2025, Ukraina dikenal memiliki simpanan logam tanah jarang dalam jumlah besar, yang sangat diperlukan dalam berbagai sektor teknologi canggih dan pertahanan.
Logam-logam ini berperan penting dalam pembuatan magnet berkekuatan tinggi yang digunakan dalam mobil listrik, ponsel pintar, sistem persenjataan, hingga perangkat elektronik lainnya.
Menurut data dari Survei Geologi Amerika Serikat, terdapat sekitar 50 mineral yang tergolong “kritis”, seperti litium dan nikel, yang dibutuhkan dalam industri pertahanan, teknologi mutakhir, penerbangan luar angkasa, dan energi ramah lingkungan.
Uni Eropa sendiri telah mengidentifikasi 34 mineral penting, dan dari jumlah tersebut, Ukraina memiliki cadangan dari 22 jenis, termasuk logam mulia, material konstruksi, paduan ferro, serta unsur logam tanah jarang.
Laporan dari Institut Geologi Ukraina menunjukkan bahwa negara tersebut menyimpan berbagai logam tanah jarang, seperti lantanum dan serium yang biasa digunakan dalam produksi televisi dan lampu, neodimium untuk turbin angin dan baterai EV, serta erbium dan yttrium yang digunakan dalam teknologi nuklir dan laser.
Forum Ekonomi Dunia juga mencatat bahwa Ukraina berpotensi menjadi pemasok utama mineral strategis seperti litium, berilium, galium, mangan, zirkonium, grafit, apatit, fluorit, dan nikel.
Selain itu, Layanan Geologi Nasional mengungkapkan bahwa Ukraina memiliki salah satu cadangan litium terbesar di Eropa, sekitar 500.000 metrik ton—sumber penting untuk industri baterai, kaca, dan keramik.
Sementara cadangan titanium negara ini tersebar di wilayah tengah dan barat laut, sumber litium terkonsentrasi di kawasan tengah, timur, dan tenggara Ukraina.
Apa Isi Detail Perjanjian dan Apa Keuntungan bagi Ukraina?
Kesepakatan yang telah dibahas selama beberapa bulan dan sempat menemui hambatan di tahap akhir akhirnya diteken di Washington.
Perjanjian ini mendirikan dana investasi bersama yang bertujuan mendukung pembangunan kembali Ukraina.
Kesepakatan ini juga mencerminkan tekad Presiden Trump untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Departemen Keuangan AS membagikan foto penandatanganan perjanjian oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina Yulia Svyrydenko, dengan pernyataan bahwa kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintahan Trump untuk mendukung kemerdekaan dan kemakmuran Ukraina.
Svyrydenko dalam pernyataannya di X menambahkan bahwa Washington akan memberikan kontribusi pada dana tersebut, termasuk bantuan pertahanan baru seperti sistem rudal udara untuk Ukraina.(JC)***
























Leave a Reply