Rawon merupakan hidangan khas yang terkenal dengan kuah hitamnya. Masakan ini sangat identik dengan kluwek dan berasal dari Jawa Timur, khususnya kota Surabaya.
Salah satu tempat makan rawon yang populer di kota ini adalah Rawon Setan, yang berlokasi di Jalan Embong Malang No. 78/I, Kecamatan Genteng, Surabaya.
Ciri khas rawon di tempat ini adalah potongan daging yang tebal dan empuk, disajikan dengan tambahan taoge, sambal, bawang goreng, telur asin, tempe goreng, serta kerupuk.
Rawon Setan menjadi destinasi kuliner favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Surabaya, termasuk selebriti dan pejabat yang penasaran ingin mencicipi kelezatannya.
Nama “Rawon Setan” bukan berasal dari cita rasa pedasnya, melainkan karena dahulu warung ini mulai beroperasi pada pukul 02.00 WIB.
Usaha ini pertama kali dirintis oleh Mbah Musiati pada tahun 1953 untuk melayani para pekerja malam.
Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, warung ini berkembang pesat sejak tahun 2004. Namun, karena kondisi kesehatan yang menurun, Mbah Musiati memutuskan berhenti berjualan.
Bisnis ini kemudian diteruskan oleh cucu dan menantunya, dengan jam operasional yang kini dimulai pukul 23.00 WIB.
Selain Rawon Setan, ada juga Warung Sedap Malam Rawon Kalkulator di kawasan Taman Bungkul, Surabaya.
Nama unik ini berasal dari kemampuan penjual dalam menghitung total pembayaran dengan sangat cepat tanpa bantuan kalkulator.
Selain itu, rawon di warung ini juga terkenal memiliki kuah yang gurih dan daging yang lembut. Warung ini buka dari pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Sejarah rawon sendiri dapat ditelusuri hingga tahun 901 M, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Taji.
Meskipun asal-usulnya tidak begitu jelas, ada spekulasi yang menyebut bahwa rawon awalnya adalah makanan rakyat biasa sebelum akhirnya menjadi hidangan kerajaan di masa lampau.(JC)***
























Leave a Reply