Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps saat ini tengah mengalami penurunan harga yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh rasio price to book value (PBV) yang berada di bawah satu.
Salah satu yang menarik perhatian adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 190,67 triliun.
Harga saham ASII ditutup pada Rp 4.710 dengan rasio PBV 0,89 kali serta price to earnings ratio (PER) sebesar 5,6 kali.
Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI, dengan market cap Rp 152,17 triliun, juga mengalami hal serupa.
Saham BBNI kemarin ditutup pada Rp 4.080, dengan rasio PBV sebesar 0,94 kali dan PER 7,09 kali.
Saham lain yang mengalami koreksi adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 83,34 triliun.
PBV UNTR tercatat 0,91 kali dengan PER 4,32 kali, sementara harga sahamnya ditutup di Rp 22.625.
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang memiliki market cap Rp 61,68 triliun juga mengalami penurunan. PBV INDF tercatat di 0,95 kali dan PER 5,28 kali, dengan harga saham terakhir Rp 7.025.
Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan kapitalisasi Rp 55,36 triliun mencatatkan PBV 0,70 kali dan PER 2,48 kali, dengan harga saham Rp 1.800.
Menurut Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, saham di Indonesia saat ini termasuk yang termurah di ASEAN.
Dengan rasio PER di angka 10, IHSG sempat turun lebih dari 6% pada sesi pertama 18 Maret. Jeffrey mengingatkan investor agar tetap mempertimbangkan fundamental perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi.(JC)***
























Leave a Reply